Bantuan Rumah Rusak Akibat Banjir di Kota Serang Masih Menunggu Pemprov Banten

KabarKlik.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang sampai saat ini masih menunggu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terkait bantuan rumah rusak banjir besar di Kota Serang.
Sebab, bantuan tersebut diusulkan oleh Pemkot Serang kepada Pemprov Banten melalui Biaya Tak Terduga (BTT).
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Serang Nofriadi Eka Putra mengatakan, Pemkot Serang telah mengusulkan ke Pemprov Banten mengenai perbaikan sejumlah rumah rusak akibat banjir besar pada awal Maret 2022 lalu di Kota Serang.
Namun, sampai saat ini pihaknya masih menunggu kejelasan kapan bantuan tersebut bisa direalisasikan.
“Kami sudah memberikan usulan kepada Pemprov Banten terkait BTT. Jadi tinggal menunggu dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) hasilnya seperti apa,” katanya, Senin 28 Maret 2022.
Berdasarkan catatan dan data yang diterima oleh DPKP Kota Serang, terdapat 229 rumah rusak akibat terjangan banjir besar di Kota Serang.
Jumlah tersebut merupakan total keseluruhan kerusakan rumah yang terdampak, baik rusak ringan, sedang, hingga berat.
“Ada 229 rumah, itu ada yang rusak ringan, dan rusak berat. Proses pemberian bantuan, masih dalam penyusunan,” ujarnya.
Sedangkan untuk rumah dengan kondisi rusak berat, diinventarisir dan akan diberikan bantuan oleh Pemprov Banten sebanyak 40 unit rumah.
“Kalau kami itu hanya rumah rusak ringan dan sedang, tapi kalau yang rusak berat itu dibantu oleh pemprov, sebanyak 40 rumah,” tuturnya.
Sementara, rumah hanyut akibat banjir besar di Kota Serang yang berada di bantaran sungai, dikatakan dia, belum bisa diberikan bantuan.
Sebab, bantaran sungai merupakan area terlarang dan kemungkinan rumah tersebut tidak bersertifikat atah alas hak tanah.
“Makanya, untuk bantaran sungai itu belum (diberikan bantuan). Jadi yang kami berikan itu yang sudah ada alas hak (sertifikat) saja yang kami kasih bantuan,” ucapnya.
Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin mengatakan, mengenai bantuan rumah rusak terdampak banjir besar di Kota Serang saat ini sedang dalam proses.
Namun, untuk rumah yang berada di bantaran sungai Pemkot Serang akan mencarikan solusi terbaik untuk mereka.
“Itu masih kami bahas, karena masyarakat membangun rumah di bantaran sungai, yang sebetulnya itu melanggar aturan,” ujarnya.
Meski demikian, dia memastikan seluruh korban terdampak banjir besar di Kota Serang sudah mendapatkan bantuan.
Mulai dari sembako, hingga bantuan pakaian dan obat-obatan, dan lainnya.
“Alhamdulillah semuanya sudah kami salurkan, karena memang bantuan donasi terus mengalir. Tentu kami juga pemerintah mengutaman kepentingan umat dan masyarakat,” katanya.
Sumber : kabarbanten.pikiran-rakyat.com







