GLOBAL

Temuan Kuburan Massal di Rumah Sakit Gaza Menimbulkan Kecaman

KabarKlik.com – Palestina melaporkan penemuan lebih dari 300 jenazah di kuburan massal di Rumah Sakit Nasser dan Rumah Sakit al-Shifa di Gaza. Beberapa jenazah ditemukan dengan tangan terikat, menimbulkan kekhawatiran akan dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menyerukan penyelidikan independen atas kematian tersebut. Otoritas Palestina mengklaim sebagian dari 283 jenazah yang digali di Rumah Sakit Nasser memiliki tangan terikat.

Israel membantah tuduhan mengubur jenazah secara massal namun mengakui melakukan pemeriksaan jenazah yang dikuburkan oleh warga Palestina di lokasi yang diduga sebagai tempat penahanan sandera. Pemeriksaan dilakukan selama operasi militer selama dua minggu di rumah sakit pada bulan Februari.

Rumah Sakit al-Shifa melaporkan bahwa 30 jenazah terkubur di dua makam dan 12 telah diidentifikasi. Ada laporan bahwa beberapa jenazah memiliki tangan terikat.

Perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023 dengan serangan Hamas ke Israel. Sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, tewas dan 253 orang dibawa ke Gaza sebagai sandera. Kementerian Kesehatan Palestina mengklaim lebih dari 34.000 orang tewas dalam serangan balasan Israel.

Dewan HAM PBB mengonfirmasi laporan temuan 283 jenazah di Rumah Sakit Nasser, termasuk 42 yang telah diidentifikasi. Komisaris Tinggi PBB mengecam dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional, termasuk pembunuhan warga sipil dan penahanan ilegal.

Amerika Serikat menyebut laporan tersebut sebagai hal yang “sangat meresahkan.” Hamas menuduh Israel mengeksekusi orang-orang tanpa bukti dan menguburkan mereka di kuburan massal. Israel membantah tuduhan tersebut.

Pemeriksaan jenazah dilakukan hanya di lokasi yang diduga berisi sandera Israel dan dilakukan dengan hormat. Namun, staf medis mengaku dipermalukan dan disalahgunakan selama operasi militer.

Pasukan Israel mundur dari Rumah Sakit al-Shifa pada bulan April setelah menemukan senjata dan menahan sekitar 200 orang. WHO melaporkan banyak kuburan dangkal di luar rumah sakit dan banyak mayat terkubur sebagian. Para pasien dilaporkan berada dalam kondisi mengenaskan selama serbuan Israel, dengan setidaknya 20 orang meninggal karena kurangnya perawatan.

PBB mengecam serangan Israel baru-baru ini di Rafah, yang menyebabkan kematian perempuan dan anak-anak. IDF menegaskan bahwa mereka mematuhi hukum internasional dan mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi korban sipil.

Related Articles

Back to top button
Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Powered By
100% Free SEO Tools - Tool Kits PRO