Berita BANTENEKONOMINEWSSOSIAL

30 Tahun Bertahan, Kini Terhenti! Perajin Topi Pandan Pandeglang Terancam Kehilangan Penghasilan

Pandeglang – Perajin topi anyaman pandan di Kabupaten Pandeglang kini menghadapi tekanan ekonomi serius setelah pesanan yang selama puluhan tahun menjadi sumber utama penghasilan mereka mendadak terhenti.

Kondisi ini diungkapkan oleh Mutiara Hady, pengelola usaha kerajinan Pandan’s Craft dan Sinar Harapan, yang menyebut bahwa penyerapan produk dari para penganyam saat ini mengalami penghentian sementara.

“Pesanan sudah terhenti, padahal ini sudah berjalan sekitar 30 tahun,” ujar Mutiara Hady.

Menurutnya, dampak dari kondisi tersebut sangat dirasakan para perajin, karena hasil produksi terus menumpuk sementara pemasukan menurun drastis. Banyak penganyam kini kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia juga menambahkan bahwa para perajin sangat membutuhkan dukungan berbagai pihak agar produk mereka kembali terserap di pasar.

“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk membantu penyerapan produk, baik melalui pembelian langsung atau kerja sama pemasaran,” tambahnya.

Selain berdampak pada ekonomi masyarakat, kondisi ini juga mengancam keberlangsungan kerajinan anyaman pandan sebagai warisan budaya lokal di Pandeglang.

Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan para perajin akan meninggalkan profesinya, yang pada akhirnya berpotensi menghilangkan tradisi kerajinan anyaman pandan di daerah tersebut.

Related Articles

Back to top button