Melalui MBG, Kesehatan dan Prestasi Belajar Siswa Kian Meningkat

Jawa Timur, KabarKlik – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Taufan Restuanto, S.Pd., M.Si. memberikan dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kebijakan strategis untuk menyediakan makanan dengan gizi seimbang untuk para siswa sekolah.
Program ini bertujuan untuk menjaga daya tahan tubuh para siswa selama masa pertumbuhan sehingga berdampak pada prestasi akademik di sekolah
Taufan Restuanto menilai melalui program MBG para siswa dapat makan secara benar, yang sebelumnya mengkonsumsi makanan yang tidak sehat maka saat ini telah mengkonsumsi makanan sehat.
“Dalam dunia pendidikan, program MBG sangat membantu membangkitkan minat anak untuk belajar, menjadi daya tarik siswa untuk hadir ke sekolah, sehingga tingkat kehadiran ke sekolah menjadi meningkat akibat adanya MBG.” ucap Taufan
Selain itu, secara jangka panjang program MBG akan meningkatkan kecerdasan siswa dan pertumbuhan para siswa sekolah. Hasilnya tidak instan dan dapat dirasakan sekitar 5 tahun kedepan.
“Saya yakin anak-anak Indonesia sekitar 5 tahun kedepan akan jauh lebih pintar dan lebih tinggi badanya karena asupan gizi yang benar.” ujarnya.
Berdasarkan tujuan program MBG, generasi emas Indonesia akan tercapai melalui pemenuhan nutrisi sehingga mampu menciptakan generasi bangsa yang cerdas, sehat dan memiliki daya tahan yang baik.
“Daya tahan pada tubuh anak-anak sekolah sangat dibutuhkan untuk pembelajaran yang optimal di sekolah. Mengingat, persaingan global akan semakin berat sehingga pemerintah berupaya menyiapkan generasi penerus yang maju dan mandiri dalam menghadapi tantangan kedepan.” kata Taufan.
Program MBG telah teruji dan dilaksanakan secara berkualitas dengan penyediaan makanan sehat dan bernutrisi. Program ini tidak bertujuan mencari keuntungan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Oleh karenanya, program ini harus terus dilanjutkan agar mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas dan siap menghadapi tantangan masa depan.







