Aktivis Mahasiswa Nilai Keterlibatan Indonesia di BoP Langkah Strategis Perjuangkan Palestina

Jakarta, KabarKlik – Aktivis Mahasiswa BP-PMII, Siti Maisyaroh, M.Si., menilai keikutsertaan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) merupakan instrumen strategis dalam memperjuangkan kepentingan nasional dan nilai-nilai kemanusiaan global.
Menurutnya, perjuangan kemerdekaan Palestina tidak akan efektif jika dilakukan dengan cara sekadar protes dan meninggalkan arena diplomasi internasional.
Siti menegaskan bahwa bargaining power atau kekuatan tawar Indonesia sangat bergantung pada keberanian bersikap langsung di meja perundingan.
Ia menilai desakan dari sejumlah pihak agar pemerintah keluar dari forum tersebut akibat kekecewaan terhadap ketidakadilan global harus disikapi dengan kepala dingin.
“Dalam diplomasi internasional, keberadaan kita di meja perundingan justru merupakan instrumen strategis untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan juga nilai-nilai kemanusiaan yang kita yakini,” ujarnya.
Menurutnya, sikap emosional dengan memilih walk out atau keluar dari forum internasional tidak akan memberikan solusi yang konkret.
Selain taktik diplomasi, Siti menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat mengenai esensi kedaulatan negara dan penerapan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Konsep bebas aktif ini, kata dia, memungkinkan Indonesia untuk hadir secara independen dan lantang memperjuangkan perdamaian tanpa tunduk pada tekanan negara manapun.
“Bagi saya, kehadiran Bapak Presiden di BoP tidak otomatis mencederai kedaulatan. Yang mencederai adalah jika kita kehilangan keberanian dalam bersikap,” jelas Siti.
Menurutnya, yang paling esensial untuk diawasi oleh publik bukanlah kehadiran fisik di forum tersebut, melainkan substansi ketegasan sikap yang dibawa oleh perwakilan negara.
Tanpa kehadiran di meja perundingan, dikhawatirkan posisi strategis Indonesia secara moral dan historis dalam mendukung Palestina tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Siti juga menekankan pentingnya mengantisipasi ancaman terciptanya ruang kosong dalam politik internasional jika Indonesia menuruti desakan untuk keluar dari BoP.
“Karena dalam politik internasional, ruang kosong akan segera terisi. Jika Indonesia tidak ada di sana, maka suara yang mungkin kurang berpihak pada kemanusiaan bisa menjadi lebih dominan,” tegasnya.
Mempertahankan posisi di dalam BoP, lanjutnya, akan memperluas ruang untuk memberikan tekanan diplomatik sekaligus mencegah lolosnya agenda-agenda yang merugikan negara-negara terjajah.
Dengan konsistensi sikap, keberanian menyuarakan keadilan, serta pengawalan kritis dari masyarakat, keikutsertaan di BoP diyakini menjadi langkah paling nyata dan rasional bagi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina.***







