EKONOMI

BRI Optimistis Dukung Ekonomi di Bawah Kepemimpinan Baru

KabarKlik.com – Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menyatakan keyakinan penuh dalam mendukung program ekonomi strategis pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. BRI melihat peluang besar dalam visi pemerintah yang fokus pada hilirisasi industri, pengembangan infrastruktur, dan ketahanan energi untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam paparan kinerja keuangan kuartal III 2023 di Jakarta, Rabu (30/10), Direktur Utama BRI, Sunarso, memaparkan strategi perseroan dalam mendukung kebijakan pemerintah. BRI menganalisis kebijakan pemerintah melalui dua kerangka, yaitu kerangka tujuan nasional dan analisis peluang bisnis.

“Berdasarkan analisis kami, jika Indonesia ingin keluar dari middle income trap, maka ekonomi kita harus tumbuh minimal 6%,” ujar Sunarso dalam keterangan tertulis, Senin (4/11). Ia menambahkan bahwa target pemerintah yang lebih tinggi, yaitu 8%, menunjukkan sinergi kuat dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sunarso juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (human capital) sebagai kunci utama dalam mencapai target pertumbuhan. Menurutnya, fokus pemerintah pada swasembada pangan sejalan dengan analisis BRI, yang menempatkan ketahanan pangan sebagai pilar utama peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Untuk mendukung swasembada pangan, kita perlu memastikan ketersediaan dan kecukupan nutrisi agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” jelas Sunarso. Ia menambahkan bahwa masyarakat juga perlu mendapatkan akses pendidikan yang baik untuk menciptakan kualitas human capital yang unggul.

Terkait hilirisasi energi, Sunarso menyatakan bahwa proses ini akan meningkatkan perputaran ekonomi. Baik kajian internal BRI maupun pemerintah menunjukkan keselarasan dengan tujuan ekonomi nasional.

“Proses penciptaan nilai tambah dalam hilirisasi akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja, distribusi pendapatan, dan nilai produk,” ungkap Sunarso. Ia menambahkan bahwa proses ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peluang bisnis yang besar bagi perbankan.

Sebagai contoh, Sunarso menyebutkan proses hilirisasi kelapa sawit, yang dapat diproses menjadi minyak sawit, oleokimia, dan produk-produk komestik. Dengan melakukan hilirisasi di dalam negeri, nilai tambah akan tercipta dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

“Singkatnya, dari kerangka tujuan pembangunan nasional, analisisnya berfokus pada peningkatan kualitas human capital, yang membutuhkan swasembada pangan dan energi. Dari kerangka bisnis, proses hilirisasi produk tambang dan agrikultur akan meningkatkan aktivitas ekonomi dan pemerataan pendapatan. Ini adalah peluang bisnis bagi perbankan,” tutup Sunarso.

Dengan strategi yang sejalan, BRI optimistis dapat berkontribusi aktif dalam mendukung pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, mewujudkan ketahanan pangan, dan menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam era ekonomi yang terus berkembang.

 

Related Articles

Back to top button