Berita Ekonomi Bisnis EKONOMI BISNIS

IKANG.ac Selenggarakan Workshop Pengelolaan Keuangan dan Digital Marketing bagi Pembudidaya Ikan di Waiheru, Kota Ambon

Kegiatan merupakan kolaborasi IKANG.ac dengan Yayasan EcoNusa, BUNG HATTA ANTI CORRUPTION WATCH (BHACA) Foundation, Maluku Youth Collaboration Hub (MYCH), serta Pemerintah Desa Waiheru

Kota Ambon, 17 Februari 2025 – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok pembudidaya ikan, sebuah workshop bertajuk Perencanaan Pengelolaan Keuangan dan Digital Marketing telah diselenggarakan di Desa Waiheru. Acara ini bertujuan memberikan pengetahuan serta keterampilan praktis kepada peserta agar dapat mengelola usaha mereka dengan lebih efisien dan memperluas jangkauan pemasaran melalui platform digital.

Perencanaan Pengelolaan Keuangan bagi Usaha Budidaya Ikan

Pada sesi pertama, workshop membahas pentingnya perencanaan keuangan yang baik bagi usaha budidaya ikan. Para peserta diajarkan cara membuat anggaran, mengelola aliran kas, serta memahami konsep dasar laporan keuangan guna membantu mereka mengukur kesehatan finansial usaha mereka.

Saipul, S.Pi., M.Si., seorang ahli perencanaan keuangan dan dosen di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Pattimura, menekankan bahwa keuangan yang sehat adalah kunci keberlanjutan usaha.

“Kami berharap para peserta dapat mengimplementasikan apa yang telah dipelajari agar dapat mengoptimalkan hasil budidaya mereka,” ujarnya.

Selain Saipul, pemateri lainnya dalam sesi ini adalah Cyecillia Pical, S.Pi., M.Si., yang membawakan materi tentang Sumber Daya Alam Berkelanjutan, serta Gadri Atamimi, S.Pi., M.Si., selaku Regional Manager EcoNusa Kepulauan Maluku.

Pemanfaatan Digital Marketing untuk Pemasaran Produk Ikan

Sesi kedua workshop berfokus pada pemanfaatan teknologi digital untuk memperkenalkan dan memasarkan produk ikan. Para peserta dilatih memaksimalkan penggunaan berbagai platform digital, seperti GrabMart, Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business, untuk meningkatkan visibilitas produk mereka di pasar.

Founder IKANG.ac, Miarah Bachmid, S.Pi., M.Si., yang menjadi pemateri dalam sesi ini, menekankan pentingnya adaptasi digital bagi pembudidaya ikan.

“Dengan semakin berkembangnya penggunaan internet, sangat penting bagi para pembudidaya ikan untuk memanfaatkan digital marketing. Ini dapat membantu mereka menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga luar daerah. Mari kita gunakan platform penjualan yang sudah ada agar lebih dekat kepada konsumen,” ujar Miarah.

Harapan dan Dampak ke Depan

Workshop ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembudidaya ikan di Desa Waiheru. Selain mampu mengelola keuangan dengan lebih baik, peserta juga diharapkan dapat memanfaatkan digital marketing untuk meningkatkan penjualan serta memperluas jaringan pelanggan.

Lebih jauh, kemudahan dalam memperoleh ikan hasil budidaya di Kota Ambon diharapkan dapat mendukung program “Ambon City of Fish”, yang menjadi tagline kota ini. Salah satu peserta, Dirman, mengungkapkan rasa optimisnya setelah mengikuti workshop ini.

“Melalui pelatihan ini, saya merasa lebih percaya diri untuk mengelola usaha budidaya ikan saya dengan lebih profesional serta memasarkan produk melalui platform digital yang lebih modern,” ujar Dirman.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pada akhir kegiatan, kolaborasi penyelenggara memberikan bantuan kepada salah satu kelompok budidaya di Desa Waiheru untuk menjadi pionir digitalisasi pemasaran produk perikanan di Kota Ambon. Para peserta berharap lebih banyak program serupa dapat diadakan di masa mendatang guna mendukung perkembangan usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor perikanan.

Related Articles

Back to top button