
KabarKlik.com – Lima nama kandidat calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten telah diajukan Gubernur Banten kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Gubernur Banten menyampaikan hal tersebut usai meninjau tes wawancara kelima calon Sekda di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang.
“Tadi kita melihat kegiatan wawancara dari suksesor, ada lima suksesor (calon Sekda, red) yang ikut,” ujarnya, Minggu (8/5/2025).
Ia berharap kelima kandidat dapat mengikuti tahapan wawancara dengan sebaik mungkin.
“Saya sampaikan semoga mereka bisa mengikuti tahapan-tahapan dengan baik dan hasil akhirnya akan disampaikan oleh pansel (panitia seleksi),” ungkapnya.
Gubernur juga meminta panitia seleksi (pansel) untuk segera menyerahkan hasil penilaian kelima kandidat.
“Segera mungkin, karena saya tinggal meneruskan ke Pak Presiden melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri),” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Pansel Sekda Banten menjelaskan bahwa kelima kandidat diwawancarai secara terpisah oleh pansel secara daring.
“Jadi kandidat suksesor ini masuk ke ruangan wawancara sendiri, masing-masing tentatif waktu yang dibutuhkan,” ujarnya.
Deni menambahkan bahwa proses wawancara telah selesai dan pansel akan segera menggelar pleno untuk menetapkan tiga nama terbaik.
“Kemudian diserahkan kepada Gubernur. Nanti Gubernur mengusulkan untuk ditetapkan kepada Presiden melalui Mendagri,” imbuhnya.
Kelima pejabat Pemprov Banten yang bersaing untuk posisi Sekda adalah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, Asisten Daerah (Asda) I Pemprov Banten, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, serta Sekretaris DPRD Provinsi Banten.
Sebelumnya, proses tes wawancara telah dilaksanakan pada Kamis, 5 Juni 2025, di mana setiap kandidat diberikan waktu 15 hingga 20 menit untuk menjawab pertanyaan pansel terkait makalah yang telah mereka buat.
Seleksi Sekda Banten saat ini menjadi sorotan publik, dengan harapan akan terpilih birokrat yang bersih dan profesional. Namun, muncul kekhawatiran akan adanya politisasi dan kepentingan yang dapat mencederai integritas proses seleksi.







