Berita NEWS

Wali Kota Serang Buka Suara Soal Oknum Wartawan dan LSM Diduga Intimidasi Guru

KabarKlik.com Serang – Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, angkat bicara terkait beredarnya potongan video yang berisi pernyataannya mengenai oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan wartawan yang diduga melakukan intimidasi terhadap kepala sekolah dan guru di Kota Serang.

Agis menjelaskan bahwa pernyataan tersebut ia sampaikan dalam acara pembinaan dan silaturahmi dengan seluruh Kepala Sekolah SD Negeri se-Kota Serang.

Menurutnya, ia dan Wali Kota Serang menerima banyak pengaduan dari masyarakat mengenai praktik kecurangan dan fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga ia turun langsung untuk melakukan pengawasan.

“Saat di lapangan, saya menemukan beberapa fenomena empiris terkait banyaknya permasalahan yang dikeluhkan oleh guru-guru dan kepala sekolah se-Kota Serang,” ujarnya, Selasa (10/6/2025).

Agis mengungkapkan bahwa ratusan guru dan kepala sekolah mengeluhkan berbagai masalah, mulai dari kesejahteraan hingga teror, intimidasi, tekanan, serta pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum wartawan dan LSM. Kondisi ini menyebabkan guru-guru tidak fokus dalam menjalankan tugasnya, bahkan mengalami stres.

“Sebagai Wakil Wali Kota, tentu sangat sedih dan prihatin melihat fenomena itu. Selain guru yang belum mendapatkan kesejahteraan, juga harus dibebankan dengan tindakan-tindakan yang membuat mereka tidak fokus, bahkan stres,” tuturnya.

Lebih lanjut, Agis mengaku telah berdiskusi dengan beberapa organisasi wartawan di Kota Serang, hingga akhirnya terlontar pernyataan tersebut dalam forum silaturahmi.

“Kami juga bekerja sama dengan Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS) dan PWI, termasuk lembaga bantuan hukum (LBH) untuk memberikan rasa aman kepada guru dan kepala sekolah agar tidak ada lagi yang ketakutan diintimidasi, ditekan, bahkan diperas,” ucapnya.

Secara pribadi, ia mengaku prihatin terhadap aksi para oknum yang mengatasnamakan wartawan dan LSM atas tindakan tidak terpuji yang merugikan guru dan kepala sekolah.

“Mereka curhat ke saya karena menjadi korban pemerasan dan intimidasi oleh oknum-oknum itu. Pak Wali dan saya juga sudah berkomunikasi dengan organisasi wartawan, termasuk aparat penegak hukum (APH) untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang sudah berlarut ini,” ujarnya.

Related Articles

Back to top button