
Serang, Banten – KH. Yusuf Almubarok, Pimpinan Pondok Pesantren TN Al-Mubarok Cinangka, Serang, Banten sekaligus Wakil Ketua Umum PWILS (Perjuangan Wali Songo) Indonesia, menyampaikan pernyataan tegas dan menyejukkan terkait maraknya tuduhan dan fitnah keji yang ditujukan kepada organisasi PWILS melalui berbagai platform media sosial, terutama TikTok. 28 Juli 2025
Dalam imbauan resminya kepada seluruh pengurus dan anggota PWILS dari pusat hingga ranting, beliau mengajak semua pihak untuk tetap tenang, tidak terpancing emosi, dan tidak membalas fitnah dengan fitnah. “Sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW, kita tidak boleh membalas keburukan dengan keburukan. Balaslah dengan kebaikan,” ujar beliau.
PWILS Dituduh PKI: “Ini Bukan Tuduhan Baru, dan Rakyat Sudah Cerdas”
KH. Yusuf menanggapi tuduhan bahwa PWILS adalah organisasi PKI sebagai bentuk framing murahan yang tidak berdasar. Ia menyebut bahwa masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, sudah cerdas dan tidak mudah percaya hanya karena video tanpa identitas yang jelas. “Si pembuat video pun tidak terlihat wajahnya, tidak jelas statusnya, bukan ulama, bukan tokoh yang memiliki legalitas,” ucapnya.
Beliau menekankan bahwa satu-satunya pihak yang berhak menetapkan seseorang atau organisasi bersalah adalah lembaga resmi negara, bukan akun anonim di media sosial. “Tuduhan tanpa bukti hukum hanya pantas dianggap sebagai bentuk kepanikan mereka sendiri,” tambahnya.
Serukan Sikap Bersyukur dan Tanggapan Positif
KH. Yusuf justru menyerukan kepada seluruh kader PWILS untuk bersyukur atas fitnah yang dilontarkan. Ia menyebut bahwa tuduhan itu adalah “bukti bahwa Allah mencintai kita, dan musuh telah dikalahkan secara psikologis.”
Beliau bahkan menganjurkan agar para pengurus dan anggota membalas keburukan dengan kebaikan nyata, seperti mendoakan para penyebar fitnah atau memberi mereka sedekah. “Kalau ada duit, kasih. Kalau ada beras, kasih. Kita doakan mereka mendapat hidayah,” serunya.
PWILS Teguh di Jalan Konstitusi dan Islam Rahmatan Lil Alamin
KH. Yusuf juga menegaskan bahwa PWILS adalah organisasi yang setia kepada ideologi Pancasila, NKRI, dan UUD 1945. Organisasi ini berkomitmen untuk berdakwah secara damai dan santun, memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dengan metode hikmah dan nasihat yang baik. “Kita bukan PKI. Kita bukan Iblis, bukan Dajjal, bukan Ifrit. Kita adalah umat Islam, manusia beriman yang dimenangkan oleh Allah,” tegasnya.
Penutup: Jangan Terjebak Provokasi, Tetap Jaga Akhlak
Pernyataan ini ditutup dengan seruan agar umat Islam tidak mengotori lisan, hati, dan tangan mereka dengan membalas kejahatan secara serupa. KH. Yusuf menyebut bahwa sikap tenang, sabar, dan rida terhadap takdir Allah merupakan cermin keimanan sejati. Ia mengajak seluruh umat untuk mempercayakan urusan ini kepada Allah SWT. “Hasbunallah wa ni’mal wakil,” pungkasnya.







