
KabarKlik.com – Polda Banten menggelar Seminar Golok Internasional di Mata Dunia di Aula Serbaguna Polda Banten pada Sabtu 12 November 2022.
Seminar Golok Internasional di Mata Dunia untuk mendukung penetapan Golok Banten menjadi salah satu warisan Indonesia yang mendunia.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan Polda Banten menyelenggarakan seminar internasional Golok Banten di Mata Dunia sesuai niat Kapolda Banten.
“Terdapat dua aspek terhadap golok sebagai pusaka lokal budaya Banten dan menjadi tanggung jawab bersama untuk bisa melestarikan,” kata Shinto kepada wartawan.
Ia menjelaskan sesuai niat Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto, seminar internasional Golok Banten di Mata Dunia untuk mengangkat Golok Banten sebagai Heritage Indonesia yang juga terdaftar di Unesco.
“Selain itu akan bekerja sama dengan Instansi lain untuk mengangkat Golok Banten sebagai heritage dunia, dan akan mengikuti seminar pada 16-17 Desember dari Nederlance Pencaksilat Federacti. Semoga niat baik Kapolda Banten untuk melestarikan Golok Banten bisa menjadi pengakuan Dunia terhadap Banten dan Indonesia,” tutur Shinto.
Sebelumnya dalam pembukaan seminar, Kapolda Banten Irjen Pol Prof. Dr. Rudy Heriyanto mengatakan Banten merupakan suatu wilayah yang penuh dengan nilai sejarah.
“Seperti yang kita ketahui bersama tanah Jawa barat khususnya Banten merupakan sebuah wilayah yang penuh dengan sejarah perjuangan dalam mendukung upaya kemerdekaan Negara Republik Indonesia,” katanya.
Kapolda mengatakan salah satu bukti perjuangan para leluhur tanah Banten melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan dengan peninggalan senjata tradisional yang salah satunya dikenal khususnya di daerah Banten dengan sejuta pusaka berupa Golok.
“Golok merupakan sebuah senjata yang puny nilai histori tinggi sejak era kerajaan Sunda atau Padjadjaran, era Kesultanan Banten, sampai dengan Era Kemerdekaan hingga saat ini,” kata Rudy.
Peradaban seni tempa Golok Banten telah diuji pada laboratorium Metallurgy yang mencakup unsur kimia atau material.
“Peradaban seni tempa Golok Banten telah diuji pada laboratorium Metallurgy yang mencakup unsur kimia atau material, tingkat kekerasan besi maupun photo mickro,” tuturnya.
Menurut Kapolda betapa luar biasa Adhiluhungnya para empu atau pandai besi di wilayah Banten pada zaman dahulu sehingga golok Banten mampu bertahan lestari hingga ratusan tahun atau mungkin ribuan tahun.
Bahkan sampai saat ini masih bisa dilihat wujud keelokan seni baik bentuk, dapur, pamor, model, atau jenis hal lainnya yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata.
Rudymenilai pusaka Golok Banten dari dua aspek yaitu Eksoteri dan Isoteri.
“Saya pribadi menilai pusaka golok dari dua aspek yaitu Eksoteri dan Isoteri,” katanya.
Ia menjelaskan dari aspek Eksoteri berupa pemahaman yang lebih terkait dengan tekhnik pembuatan golok melalui proses penempaan, pukulan dan lipatan dari bahan logam campuran pilihan sehingga menjadi wujud bilah Golok dengan pamor yang indah.
Sedangkan dari aspek Isoteri maka pemahaman tentang golok lebih kepada pengalaman individual yang lebih bersifat misteri yang cukup dinikmati sendiri dan menjadi pengayaan sendiri.
“Aspek Isoteri lebih dalam melihat dari hal yang tidak kasat mata yang biasanya hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu atau mempunyai kelebihan tertentu,” jelas Rudy.
Rudy berpesan kepada generasi muda untuk ikut menjaga dan melestarikan Golok Banten.
“Marilah kita sebagai anak Bangsa, putra-putri ibu pertiwi wajib ikut serta menjaga dan melestarikan Golon Banten agar anak cucu kita dapat mengetahui sejarah dari perjuangan para leluhur Bangsa Indonesia yang kita cintai ini,” kata Rudy.
Seminar Golok Internasional di Mata Dunia dihadiri juga Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Ery Nursatari dan PJU Polda Banten, Danrem 064/MY Brigjen TNI Inf Tatang Subarna, Dangroup 1 Kopassus Kolonel Inf Romeo Jangga Wardhana, mantan Wakil Gubernur Banten H. Andika Hazrumy, Pj Gubernur Banten Al-Muktabar, Dirtahti Polda Banten AKBP Dr. H. Agus Rasyid sebagai konseptor pelestari Golok Banten, Ki Kumbang sebagai pendiri Museum Golok Indonesia.
Seminar juga dihadiri perwakilan Komunitas Pelestari Golok di Belanda Mr. Paul van der Loo dan perwakilan negara lainnya melalui zoom meeting, tokoh agama dan tokoh masyarakat Banten.







