Silaturahmi Ke Pesantren Kyai Ma’ruf Turut Galang Donasi Dan Doa Kepada Korban Bencana

Silaturahmi Ke Pesantren Kyai Ma’ruf Turut Galang Donasi Dan Doa Kepada Korban Bencana

PERISTIWA 19 October 2018 11:07



 
.

KabarKlik -Agar dapat memperkenalkan dirinya secara lebih luas kepada masyarakat di seluruh Indonesia, Calon Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin mulai melakukan beberapa kegiatan dan kunjungan ke berbagai tempat.

Sejak dimulai musim kampanye Pilpres 2019 Kyai Ma’ruf telah mengunjungi beberapa wilayah. misal kunjungan ke Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Didampingi Ketua DPW Nasdem DKI Jakarta, Hasan Aminuddin, Ma’ruf menyapa ribuan santri dan santriwati di Ponpes Zainul Hasan Genggong.

Dalam kesempatan itu, Ma’ruf meminta restu dan dukungan untuk maju sebagai cawapres mendampingi Joko Widodo.

Didepan santri Kyai Ma’ruf meyakinkan bahwa saat ini kesempatan santri untuk berbakti kepada negara semakin terbuka lebar.

Santri tak hanya bisa berkutat di bidang keagamaan saja, namun juga bisa memiliki peranan yang sama dengan yang lain, baik di bidang politik maupun pemerintahan.

“Santri itu bisa jadi siapapun, baik presiden ataupun wakil presiden. Semisal saya dipilih pak Jokowi jadi calon wakilnya, ada juga Alm Gusdur yang merupakan presiden RI ke-4. Beliau kan juga santri,”ujar Ma’ruf di hadapan para santri, Jum’at (28/09/2018).

Usai dari Ponpes Zainul Hasan Genggong, Ma’ruf akan melanjutkan kunjungan silaturahminya ke Ponpes Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.

Sebelum ke Probolinggo, Kyai Ma’ruf juga melakukan silaturahmi dengan kyai dan santri di Ponpes Nurul Islam (Nuris) Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari, Jember.

Kiai Ma’ruf mengawali kunjungannya di Ponpes As-Shiddiq Putra di Talangsari, Jember.

Setelahnya Kiai Ma’ruf bertemu dengan sejumlah kiai, santri, dan tokoh NU di Ponpes Nuris.

Sementara itu pada tanggal 3 Oktober beberapa waktu lalu, Kyai Ma’ruf Amin di Pesantren Al Muhajirin III Kampung Citapen, Desa Sukajaya Kecamatan Sukatani, Purwakarta.

Ulama yang juga Ketua MUI Pusat itu menghadiri doa bersama yang digelar oleh Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW).

“Pertama saya silaturahim, menghadiri majelis dzikir akbar hubbul wathon, hubbul wathon ini ketua dewan penasihatnya, dan pak Jokowi ketua dewan pembinanya,” ujar Cawapres nomor urut 1 berpasangan dengan Jokowi saat di memberikan keterangan kepada wartadan usai acara (03/10/2018).

Selain untuk mendoakan para korban bencana alam di Sulawesi Tengah, musibah ini merupakan cobaan yang harus kembali dirasakan bangsa Indonesia, setelah sebelumnya gempa turut meluluhlantakkan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Setelah dari Purwakarta Kyai Ma’ruf melanjutkan kunjungan silaturahminya ke Sumatera Utara. Dalam kunjungannya ke Sumut, Ma’ruf mengunjungi masyarakat di sejumlah tempat, berziarah ke makam Sisingamangaraja, menyapa warga di Balige, serta salat Jumat di Mesjid Al-Hadhonah Balige.

Kyai Ma’ruf dalam kesempatan kunjungan tersebut menghadiri ulang tahun kabupaten Tapanuli Utara, lalu berkunjung ke kantor pusat Huria Batak Kristen Protestan (HKBP) sekaligus bertemu Ephorusnya.

Sementara itu mengenai kunjungan Kyai Ma’ruf ke beberapa pesantren menurut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sudah biasa. Arsul Sani menilai, kunjungan pasangan capres dan cawapres ke lembaga pendidikan seperti kampus dan pesantren hanya untuk memenuhi undangan dan silaturahim.

Ia menyebutkan, Ma’ruf Amin yang sering berkunjung ke pesantren-pesantren. Menurut dia, kunjungan tersebut sering dilakukan sebelum Ma’ruf menjadi cawapres.

“Nah yang dilakukan KMA (Kiai Ma’ruf Amin) itu sebenarnya berkunjung atau silaturahim kepada kiai yang bersangkutan (pimpinan pesantren). Dan hal seperti ini juga merupakan kegiatan rutin KMA sejak lama selaku Rais Aam PBNU dan Ketum MUI,” kata Arsul seperti dikutip dari Kompas, Senin (8/10/2018).

“Hanya masalahnya dulu enggak dapat coverage media sehingga tidak ramai,” lanjut dia.

Selain berkunjung ke pesantren Kyai Ma’ruf dijadwalkan memberikan kuliah umum soal Islam dan ekonomi berkeadilan. Ma’ruf datang ke Singapura atas undangan S Rajaratnam School of International Studies Nanyang Technological University sebagai dosen tamu.

Sebelum menyampaikan kuliah umum, Ma’ruf bertemu Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana Singapura, Selasa (16/10/2018).

Lee mengapresiasi kedatangan Ma’ruf ke Singapura untuk memberikan kuliah umum soal Islam dan ekonomi berkeadilan. Ia bahkan memanggil Ma’ruf dengan sebutan “Bapak Kiai”. “Terima kasih Bapak Kiai berkenan hadir, untuk berbagi pandangan dalam Public Lecture besok kepada masyarakat Singapura,” kata Lee dalam keterangan tertulis tim media Ma’ruf di Singapura, Selasa (16/10/2018).

Pemanggilan kampus terkemuka di Singapura menunjukkan pengakuan internasional atas kapabilitas dan kapasitas Kyai Ma’ruf dalam isu Islam dan ekonomi berkeadilan.

Kyai Ma’ruf juga mengapresiasi hubungan baik Singapura dan Indonesia selama ini.

“Terutama dalam mengatasi persoalan ekstremisme, radikalisme, dan perbaikan ekonomi,” kata Ma’ruf.

sumber: bidikdata.com

PERISTIWA 19 October 2018 11:07

BERITA TERKAIT
TOPIK POPULER
FORUM TERKINI
BERITA POPULER