Seorang Santri Ceritakan Respon Ma'ruf Amin Saat Kena Bully

Seorang Santri Ceritakan Respon Ma'ruf Amin Saat Kena Bully

POLITIK 25 February 2019 10:16



 
.

KabarKlik, JAKARTA - Ketua MUI bidang ekonomi, Lukmanul Hakim mengisahkan respon calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin saat kena bully.

Hal tersebut dinyatakannya dalam acara peluncuran buku di sebuah hotel, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (24/2/2019).

Menurut Lukmanul Hakim yang juga santri KH Ma'ruf Amin, lelaki yang biasa dipanggil abah itu tidak mempersoalkan bully yang kerap ditujukan kepadanya, khususnya yang dilontarkan para netizen di media sosial.

Padahal, tak sedikit santrinya tak terima abah di-bully setiap hari hanya karena mencalonkan diri menjadi calon wakil presiden.

"Saya bilang ini ngga kemahalan, Bah investasinya? Abah ini sudah luar biasa, tak ada lagi posisi tertinggi di Indonesia, Rais Aam, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), wah itu dah tinggi sekali. Apa lagi? Saya sebagai santri beliau tidak nyaman, orang tua kita di-bully habis-habisan yah setiap hari" kata Lukmanul Hakim.

"Katanya sudah tua, gaya-gayaan mau menjadi wakil presiden. Kemudian ada lagi katanya kalau jadi wapres nanti akan meninggal. Belum apa-apa sudah didoain mati gitu. Kemudian akan digantikan oleh Ahok," tambah Lukmanul Hakim.

Menurut Lukmanul Hakim, abah tetap mengingatkan agar para santrinya tenang dan tak perlu risau memikirkan dirinya yang kerap di-bully tersebut.

Lukmanul Hakim juga mengaku, agar fokus memikirkan umat, khususnya dalam memperjuangkan dan mensosialisasikan konsep ekonomi berbasis syariah.

"Abah malah nanya ke saya, umat dapat apa dari apa yang saya lakukan? Saya ceritakan lah di bidang ekonomi begini-begini. Ya sudah kamu mikrin itu saja, ngga usah mikirin saya. Biar saja saya di-bully, saya sudah tua ini, itu jawabannya," ucap Lukmanul Hakim.

Sebagaimana diketahui, isu K.H. Ma'ruf Amin akan digantikan oleh Ahok, bila menjadi wakil presiden, sempat viral di media sosial.

Namun, sebagian ahli berargumen tidak memungkinkan hal itu terjadi, termasuk mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD.

Menurut Mahfud MD, Ahok sudah tidak lagi bisa menjadi wakil presiden, karena Undangan Undangan tidak membolehkan orang yang pernah dipidana dengan ancaman hukuman lima tahun atau lebih, menjadi wakil presiden.

POLITIK 25 February 2019 10:16

BERITA TERKAIT
TOPIK POPULER
# XXXX
FORUM TERKINI
BERITA POPULER