Oposisi Yes, Oposisionalisme No

Oposisi Yes, Oposisionalisme No

POLITIK 29 August 2018 11:23



 
.

KabarKlik - BERPOLITIK tidak cuma berkuasa, tetapi juga beroposisi. Keduanya sama pentingnya dan sama terhormatnya. Berkuasa berarti menjadi pelaksana kekuasaan. Beroposisi berarti memberi alternatif pilihan kekuasaan.

Sistem kekuasaan tanpa oposisi adalah fasisme dan otoritarianisme. Tanpa oposisi, tidak ada demokrasi yang sehat. Demokrasi menjadi layu dan lumpuh. Publik tak memiliki pilihan dan penguasa tak terkontrol. Dalam konteks inilah kita menempatkan narasi gerakan ganti presiden yang beroposisi kepada pemerintah. Sayang, respons terhadap gerakan yang seharusnya menyodorkan alternatif kekuasaan tersebut negatif.

Di Pekanbaru, artis yang kini akif dalam kegiatan politik. Neno Warisman, dilarang polisi keluar dari kompleks Bandara Sultan Syarif Kasim II. Sebab, ada massa yang menolak kegiatan Deklarasi #2019GantiPresiden yang rencananya diselenggarakan Minggu pagi kemarin. Penolakan atas kegiatan yang sama juga terjadi di Surabaya. Polisi membubarkan kegiatan di depan gedung DPRD Surabaya kemarin pagi. Dalam suatu masyarakat yang mengikuti demokrasi modern, insiden tersebut sangat disayangkan. Gerakan oposisi itu merupakan suatu kenyataan. Jika kelompok tersebut tidak diakui, yang terjadi adalah mekanisme saling curiga dan melihat oposisi sebagai ancaman.

Pihak oposisi juga harus mau melakukan otokritik. Proses pemilihan presiden telah menetapkan calon presiden dan calon wakil presiden dari kubu pemerintah serta calon presiden dan calon wakil presiden dari kubu oposisi. Setelah penetapan itu, gerakan #2019GantiPresiden yang diusung kubu oposisi seharusnya mulai mengenalkan visi dan program calon presiden dan wakilnya kepada masyarakat. Pada titik inilah dulu muncul idiom oposisi loyal dari pemikir dan budayawan Nurcholish Madjid.

Oposisi loyal itu beroposisi kepada pemerintah, tetapi loyal kepada negara dan cita-cita bersama. Lawan oposisi loyal ini adalah oposisionalisme.

Apa itu oposisionalisme? Menentang sekadar menentang, sangat subjektif, dan bahkan mungkin itikadnya kurang balk. Misalnya, hanya mendaftar kesalahan semata tanpa menyodorkan alternatif sistem yang lebih baik. Oposisi yes, oposisionalisme no.

sumber: Tajuk Koran Radar Banten, Rabu 29 Agustus 2018

POLITIK 29 August 2018 11:23

BERITA TERKAIT
TOPIK POPULER
FORUM TERKINI
BERITA POPULER