Pengamat: Ada Kelompok Olah Isu Minyak Goreng Jadi Bahan Serangan Politik

Minyak goreng sudah tersedia secara melimpah di berbagai toko dan ritel.
Pengamat Intelijen Ridlwan Habib menilai ada kelompok yang mengolah isu minyak goreng langka menjadi serangan politik.
Menurutnya isu kelangkaan dimanfaatkan untuk mendiskreditkan kinerja pemerintah.
“Padahal sebenarnya minyak goreng sudah tersedia dan pemerintah bekerja keras untuk itu tapi diolah jadi isu politik oleh segelintir kelompok,” ujar Ridlwan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/3/2022).
Alumni Universitas Indonesia itu menilai serangan dan bully terhadap pemerintah soal minyak goreng mulai melenceng dari esensi pokoknya.
“Ada unsur-unsur politis yang justru menunggang situasi keresahan masyarakat,” ujar Ridlwan.
Karena itu, menurut Ridlwan, langkah pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sudah tepat.
“Alhamdulillah, di hari Jumat pasokan minyak goreng kembali normal di masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah memastikan minyak goreng murah subsidi sudah tersedia kembali di pasar.





